• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sepayung Berdua


Karya: Yusup Hamdani

Kita duduk sejajar dengan deretan yang sama. Kita melihat hurup putih di atas papan hitam. Suara kencang yang menggelegar mengganggu fokus dan perhatian. Getaran kaca dan kilauan petir yang menghiasi hitamnya biru serta awan hitam yang melukiskan indahnya wajah dan namamu. Butiran air hujan yang jatuh ke atas merahnya genting serta gemuruh petir yang mengalun seperti irama dalam setiap langkah dan lari kita.
Kita berlari di atas keruhnya air hujan, teriak diiringi kencangnya nyanyian angin. Jeritan abunya awan manghiasi bisikan angin yang dingin, tangismu tidak terlihat karena air hujan menghiasi paras cantikmu. Mata merahmu menjadi pertanyaan bagiku entah itu air mata atau air hujan, tapi tawamu menjawab semuanya.
Langkah demi langkah kita jalani bersama. Hati berbisik dalam bicara, itu yang selalu kita lakukan.  Tetapi kali ini sudah berubah, kita tidak duduk sejajar lagi. Kita selalu fokus pada kepentingan masing-masing. Kita sudah dewasa hingga kita lupa tentang indahnya air hujan.
Kini tangismu terlihat jelas dan tak ada alasan untuk kau mengelak, karena air hujan tak lagi membela. Ya, Kita berpikir bahwa kita bukan lagi anak-anak, tapi kita sudah dewasa. sekarang bukan awan hitam yang diciptakan air hujan, tapi basah pipimu yang diguyur air mata. Hemmm,,, hujan semakin deras, lalu bagaimana? Aku ingin pulang, tapi kamu akan sendirian. Sudahlah mari kita pulang bersama menikmati satu payung berdua dengan derasnya air hujan.
Kita sepayung berdua berjalan ikuti irama, tetapi jarak antara kita yang menjadi tanda tanya? seandainya payung putih yang kita pakai mungkin sampai sekarang kita akan bersama, namun teduhnya payung hitam hanya membuat kegelapan dan rasa sakit yang teramat pedih.
Sudah terlalu lama kita bersama meski antara aku dan kau tidak ada rasa, tetapi tetap kata bersama adalah hal yang utama. Sekarang kau pergi dan tak kunjung kembali. Setiap aku kirimkan kabar tak ada jawaban yang datang, entah karena surat tak sampai atau kau tak mau membalas. Mungkin tanda tanya antara kita akan menjadi tanda baca yang berbeda menjadi sebuah titik sebagai akhir cerita tentang kita.

Share:

Jurnal

Postingan Populer

sponsor

Support