Karya: Yusup Hamdani
Kita duduk
sejajar dengan deretan yang sama. Kita melihat hurup putih di atas papan hitam.
Suara kencang yang menggelegar mengganggu fokus dan perhatian. Getaran kaca dan kilauan petir yang menghiasi hitamnya biru serta awan hitam yang melukiskan indahnya wajah dan namamu.
Butiran air hujan yang jatuh ke atas merahnya genting serta gemuruh petir yang
mengalun seperti irama dalam setiap langkah dan lari kita.
Kita berlari di
atas keruhnya air hujan, teriak diiringi kencangnya nyanyian angin. Jeritan
abunya awan manghiasi bisikan angin yang dingin, tangismu tidak terlihat karena
air hujan menghiasi paras cantikmu. Mata merahmu menjadi pertanyaan bagiku
entah itu air mata atau air hujan, tapi tawamu menjawab semuanya.
Langkah demi
langkah kita jalani bersama. Hati berbisik dalam bicara, itu yang selalu kita
lakukan. Tetapi kali ini sudah berubah, kita tidak duduk sejajar lagi. Kita
selalu fokus pada kepentingan masing-masing. Kita sudah dewasa hingga kita lupa
tentang indahnya air hujan.
Kini tangismu terlihat jelas dan tak
ada alasan untuk kau mengelak, karena air hujan tak lagi membela. Ya, Kita
berpikir bahwa kita bukan lagi anak-anak, tapi kita sudah dewasa. sekarang
bukan awan hitam yang diciptakan air hujan, tapi basah pipimu yang diguyur air
mata. Hemmm,,, hujan semakin deras, lalu bagaimana? Aku ingin pulang, tapi kamu
akan sendirian. Sudahlah mari kita pulang bersama menikmati satu payung berdua
dengan derasnya air hujan.
Kita sepayung berdua berjalan ikuti
irama, tetapi jarak antara kita yang menjadi tanda tanya? seandainya payung
putih yang kita pakai mungkin sampai sekarang kita akan bersama, namun teduhnya
payung hitam hanya membuat kegelapan dan rasa sakit yang teramat pedih.
Sudah terlalu lama kita bersama meski
antara aku dan kau tidak ada rasa, tetapi tetap kata bersama adalah hal yang
utama. Sekarang kau pergi dan tak kunjung kembali. Setiap aku kirimkan kabar
tak ada jawaban yang datang, entah karena surat tak sampai atau kau tak mau
membalas. Mungkin tanda tanya antara kita akan menjadi tanda baca yang berbeda
menjadi sebuah titik sebagai akhir cerita tentang kita.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar